Kasus SMU N 3 Solo (Pandangan Alumni Mengenai Kasus Ini)

Cibitung, 16 April 2008. 10:15

Pagi ini aku buka e-mailku dan ada salah satu e-mail yang mendorong aku untuk aku posting ke Blogku. E-mailku ini berasal dari milist almamaterku SMU. salah satu alumni lulusan ‘92 namanya Mas Hendratmo (kalau gak salah, Beliau adalah instrukturku sewaktu di Pecinta Alam SMAGA)  dan sekarang Beliau bekerja sebagai Auditor di BPK, memaparkan laporan pandangan mata Beliau dan Keluargannya tentang kehidupannya Bapak Sunarso (Kepala Sekolah SMU N 3 Solo). Menurut Beliau, sampai saat inipun kehidupan Bapak Kepala Sekolah masih bersahaja dan gak neko-neko. Untuk lebih lengkapnya silahkan simak postingan Beliau di milist SMAGA-Surakarta.

Pagi-pagi pas di kantor ibu-ku SMS dari Cemani setelah tahu dari TV/Korantetangganya (P Narso) didemo murid-murid- e..ta’ pikir bocah saiki koq rada nranyak..ora kaya jamane sejoli Oki-Sevi mbiyen..Seminggu full akhire warga cemani rajin maca koran nggoleki berita Solo Pos soal tanggane..dasar! Sedangkan P Narso sekeluarga ngungsi menenangkan diri menghindari wartawan n muride sing memata-matai omahe.

Saya juga pesen ibuku seandainya P Narso butuh bantuan –plg tidak bantu cara bikin laporan pertanggungjawaban keuangan sing masuk akal — yah cin-cailah mung duit sekolahan..Tapi ternyata P Narso sungkan berterus terang.

Dari cerita bu Narso ke ibuku banyak kesalahan mendasar dari laporan murid sing mengaku save our
school. Laporane mungkin terlalu tendensius dengan pendekatan logika sederhana. Kalo di sekolah ga’ ada komputer terus pas les Fisika weruh Avanza kreditane bu Narso sing guru senior SMA 6 njut disimpulkan uang pembangunan ditilep dadi Avanza…lucune tanggaku sing makelar tapi ora duwe arkiran..ben dina numpang parkirane P Narso melu-melu dianggap duwekke P Narso…dadi total Jenderal P Narso duwe 5 mobil….weleh- weleh…

Soal rumah dan tanah sekitar rumahnya…P Narso terkenal gawene mbantu myilihi duit tapi sungkan
nagih. Akhire timbang ditagih malah ditambahi dengan konsekuensi ijol omah n tanahe. Yang orang tidak pada tahu kalo sejak jaman kita P Narso plg rajin nulis buku+les+mulang. Duite nggo tuku sawah neng Sragen…sth Sragen berkembang.. sawah didol ijol lemah neng kuto.Salah satu hasile adalah kos-kosan dekat UMS yang sekarang jadi cash cow-nya beliau.

Menurutku persiapan beliau pensiun 2 tahun lagi…on the right track..ora neko-neko wajar!Tapi anda perlu tahu Bung…posisi Kepsek apalagi SMA favorit pasca 20% APBN buat pendidikan sangat strategis. Anggaran Diknas itu paling besar. Tahun ini mencapai 49 Trilyun…dan 30%-40% bocor ngowor-owor. .itu belum termasuk bantuan pihak ketiga.

Kesalahan OSIS itu tidak hati-hati melempar isue…tidak wise and akhire ditunggangi LSM kolaborasi karo Birokrat sing ngebet dari Kepsek…Iki OSIS versi reformasi sing nyambi politikus amatiran. Klo begini ke depan pemilhan kepsek mesti mendapat ekomendasi Ketua OSIS…kalo tidak diajak ngomong ya idemo biar dilengserin. …uedan tenan…Sebagian uru-guru SMA 3 ya rada provokator!

Yang saya pribadi salut dengan P Narso beliau gentle. Beiau sudah menyanggupi untuk mengembalikan dana sekolah 147 juta. Padahal ini bumerang karena pengembalian tadi bisa jadi alat bukti untuk memperkarakan beliau. Akhire beliau mundur..ini ya jadi bumerang karena dipersepsikan mengakui kesalahan. Pengalamanku kalau ada orang spt ini besar kemungkinan malah tidak bersalah..karena dia melakukan perbuatan yang justru sangat beresiko timbul masalah baru….ga pake pengacara-pengacara nan…

Anyway mgk baiknya kita ingat jasa baik dan kenangan manis ttg beliau saja…wong awake dhewe ora ngerteni masalahe sak tenane..kabeh kan mung critane wartawan…hehehehe ..

Kalau aku keliatan subyektif ya mohon maklum saja wong aku 2 tahun Les Fisika P Narso ora mbayar…tapi
paling tidak kalo yang ngomong Auditor BPK mosok ra
mbok percoyo cah..

Satu Tanggapan ke “Kasus SMU N 3 Solo (Pandangan Alumni Mengenai Kasus Ini)”

  1. puput Berkata:

    tapi smua yang dilakukan oleh anak2 pd saat itu ada buktinya..bukti konkrit yang tdk bisa untuk mengelak lagi..pengintaian anak2 juga sudah lama dan mereka melakukan dengan hati2 agar tidak terbongkar..
    karena yang melakukan adalah angkatan 08..
    dan saya sangat mengenal plopor cilik itu..dia anak yang tegas dan terdidik dari keluarga yang sangat berwawasan!
    kejanggalan itu sudah mulai muncul dari alumni angkatan 05. kami sempat akan melakukan demo..tapi gagal karna kurangnya persiapan dan bocornya berita demo kita itu.
    saya juga denar kalau anak P.Narso itu dibelikan rumah di luar kota,dari pada ngekost katanya..anak P.Narso khan kuliah dluar kota..
    saya pribadi kurang simpati dengan sosok Bapak Sunarso…
    maaf atas komentar saya yang mungkin menyinggung perasaan anda yang membaca..

Tinggalkan Balasan