Kasus SMU N 3 Solo (Lanjutan)

Berita berikut di ambil dari Radar Solo (Jawa Post). Berita ini merupakan terusan dari gonjang-ganjing masalah di SMU N 3 Solo (tempat dulu saya bersekolah). Memang pahit dipublikasikan, tetapi hal ini dapat dijadikan instropeksi bagi semua pihak. Salut terhadap walikota Solo yang merespon aksi dari adik-adik pelajar SMU N 3 Solo. Saya berharap tidak ada lagi kasus-kasus serupa, baik di SMU N 3 Solo ataupun di sekolahan lain di Indonesia, pada umumnya dan di Solo khususnya.

Anton Zainudin

Alumni 1997 (IPA 5)

 Minggu, 30 Mar 2008
Sunarso Terancam Lengser

SOLO – Karir Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Solo Sunarso, terancam. Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) turun sendiri menginvestigasi persoalan yang muncul di sekolah tersebut. Para siswa, komite sekolah sudah dimintai keterangan. Seperti diketahui, dugaan penyimpangan dana pembangunan SMAN 3, memicu siswanya berunjuk rasa.“Sudah tahu sendiri kan. Kalau saya turun langsung, pasti ada yang tidak beres d di sekolah tersebut. Kalau kepala sekolah tidak benar, tahu sendiri,” tutur Jokowi saat ditemui koran ini usai acara Meet Mr Mayer di SMA Al Islam Solo kemarin (29/3).Langkah Jokowi ini menandakan bahwa penyikapan persoalan di dunia pendidikan dilakukan serius. Wali kota yang juga pengusaha tersebut belum menemui Sunarso yang dinilai bertanggung jawab penuh terhadap pembangunan di SMAN 3. Namun, justru fakta ini yang memicu munculnya berbagai spekulasi. Salah satunya adalah kemungkinan pencopotan Sunarso.Sayang, saat ditanya tentang data-data yang sudah dihimpunya dari siswa, Jokowi enggan berterus terang. “Sory ya, saya belum bisa memaparkan data-data yang disampaikan para siswa. Sebab, kami belum bisa bertemu secara langsung dengan kepala sekolahnya,” papar dia.Wali kota tidak mau berandai-andai soal tindak lanjut masalah di SMAN 3. Menurutnya, apa yang sudah disuarakan para siswa itu adalah ungkapan polos yang perlu disikapi. Hanya saja, Jokowi memberikan arahan kepada para siswa agar menyampaikan keinginannya dengan cara lebih santun.Setelah mengumpulkan data dari siswa, dia secepatnya menentukan kebijakan. Saat ditanya koran ini terkait pencopotan Sunarso, dengan suara pelan Jokowi mengatakan semuanya masih off the record. “Tunggu saja nanti ya,” cetusnya singkat.Langkah Jokowi ini dilakukan berkaca pada pengalaman. Saat SMAN 1 Solo bergolak, wali kota juga turun tangan sendiri. Hasilnya, kasek dipecat tanpa banyak orang mendengar. Jokowi pun mengakui jika dia belajar dari peristiwa di SMAN 1. “Siapa yang mengetahui ada persoalan di SMA Negeri 1 Solo ketika itu? Tidak ada kan. Tahu-tahu ada pemecatan,” jelasnya.Dia menambahkan, agar tidak terjadi kesalahan penggunaan dana di sekolah-sekolah, Jokowi bertekad akan merombak total mainset dunia pendidikan di Kota Solo. Jokowi mengaku gerah karena pendidikan masih mahal. “Kalau seperti ini terus, kapan majunya,” tutur dia.Siswa SMA Negeri 3 Solo, pada 24 Maret 2008 lalu berdemo membongkar dugaan penyimpangan proyek di sekolahnya. Dalam aksinya di aula sekolah, para siswa membeber data-data valid terkait penyimpangan tersebut.Melencengnya realisasi rencana anggaran dari pihak sekolah terjadi sejak 2004 hingga 2007. Itu bisa dipantau dari Rancangan Anggaran Perencanaan Belanja Sekolah (RAPBS). Salah satu contoh anggaran yang diduga diselewengkan adalah pengadaan alat multimedia. (un/den) Sumber : Radar Solo

Tinggalkan Balasan