Belajar Bikin Website Dengan WordPress

Senin, Maret 31, 2008

 Beberapa hari yang lalu saya sudah posting mengenai hal ini, tetapi waktu itu saya belum jadi membernya. Hari ini saya memutuskan untuk  jadi member. Selain dikirim 2 CD tutorial, kita juga akan dibantu segala hal mengenai Internet Marketing, Selain itu kita belajar bagaimana menjualkan produk orang lain, yaitu produk tentang WordPress ini sebagai web monster Penghasil duit. Untuk lebih jelasnya silahkan klik link di bawah ini silahkan bergabung, saya jamin pasti Puaassssss.

<a href=”http://cafebisnis.com/sawithea” title=”Cara Membuat Web Bisnis dan Mendapat Penghasilan Jutaan via Internet”>
<img src=”http://cafebisnis.com/images/belajar-web-bisnis2.jpg” alt=”Belajar Web Bisnis” border=”0″></a>


Kasus SMU N 3 Solo (Lanjutan)

Senin, Maret 31, 2008

Berita berikut di ambil dari Radar Solo (Jawa Post). Berita ini merupakan terusan dari gonjang-ganjing masalah di SMU N 3 Solo (tempat dulu saya bersekolah). Memang pahit dipublikasikan, tetapi hal ini dapat dijadikan instropeksi bagi semua pihak. Baca entri selengkapnya »


Cara Bertransaksi Lewat ATM Bersama

Senin, Maret 31, 2008

atm-bersama_logo.gifATM Bersama merupakan salah satu layanan yang diselenggarakan oleh PT. Artajasa anak perusahaan dari Lintasarta, dimana jaringan Automated Teller Machine (ATM) milik suatu bank dihubungkan dengan jaringan ATM milik bank lainnya melalui sistem switching yang disediakan PT. Artajasa. Sehingga nasabah dapat bertransaksi tidak hanya di terminal ATM milik bank tersebut melainkan dapat juga dilakukan di terminal ATM milik seluruh anggota jaringan ATM Bersama. Baca entri selengkapnya »


Belajar Bikin Web/Blog dan Menghasilkan Uang

Jumat, Maret 28, 2008

Sore ini, saya iseng browsing, eh ada artikel yang menarik tentang cara bikin web/blog bagi pemula (seperti saya). Dan coba saya buka, hasilnya memang sangat mudah. elain belajar, juga bisa menghasilkan uang, asal kita tekun, rajin dan tidak gampang putus asa. Salah satu contoh, dengan blog inilah (WordPress) kita bisa belajar dan menghasilkan uang. Mari kita belajar bersama. Untuk lebih jelasnya silahkan klik link berikut dibawah ini. 

<a href=”http://cafebisnis.com/sawithea” title=”Cara Membuat Web Bisnis dan Mendapat Penghasilan Jutaan via Internet”>
<img src=”http://cafebisnis.com/images/belajar-web-bisnis2.jpg” alt=”Belajar Web Bisnis” border=”0″></a>


DEMO DI SMU N 3 SOLO

Jumat, Maret 28, 2008

Lippo Cikarang, 28 Maret 2007 

Sedih, mendengar berita di bawah ini. Sebagai salah satu alumni, saya merasa punya tanggung jawab moral akan kelangsungan citra baik sekolah tersebut. Tapi semuanya sudah terjadi, apa boleh buat (biasa bos jepang saya bilang kalau ada masalah), yang penting kedepannya harus lebih bisa dicermati semua permasalahn yang ada. Semua pihak harus bisa memandang dari berbagai segi/sudut baik itu pihak kepala sekolah, staff pengajar, staff tata usaha, murid, orang tua murid bahkan alumninya. Jangan sampai kita mempunyai pandangan “yang penting hari ini beres, besok urusan nanti”. Semua harus transparan, jangan mempunyai pikiran yang kurang bagus atau mencari keuntungan dari kondisi yang ada. Kalau saya cermati hal-hal demikian (demo) dilatarbelakangi masalah uang. Karena uang, kita jadi mengabaikan tali silahturohim yang seudah terjalin lama. Saya harap, semua pihak tidak memperparah keadaan, coba selesaikan dengan musyawarah terlebih dahulu, kalau memang tidak bisa, ya kita serahkan ke pihak yang berwenang, jangan sampai kita main hakim sendiri. Semoga permasalahan cepat tuntas dan aktifitas belajar adik-adik kita tidak terganggu. SALAM WIDYA KARMA JAYA

Kamis, 27 Mar 2008
Di Balik Nekat ”Tim 11” SMA 3 Mendemo Kepsek dan Sekolahnya Baca entri selengkapnya »


“WEDANGAN”

Rabu, Maret 26, 2008

          Kata “wedangan” ini mengingatkan memoriku pada masa beberapa tahun silam akan suatu komunitas tanpa diskriminasi strata sosial yang sangat familiar bagi masyarakat di JOGLOSEMAR (Jogja, Solo, Semarang). Memori-memoriku mulai mereview semua yang berkaitan dengan kata tersebut. Banyak sekali hal-hal yang bersinergis dengan kata itu di memoriku, semakin lama bayangan itu semakin jelas dan seakan menjadi tontonan nyata di depan mataku, dari mulai penjualnya, customer yang beraneka ragam akan strata sosialnya, suasananya, makanannya, minumannya, celotah coleteh para customer, obrolan yang tak berkesudahan sampai dengan bentuk detail gerobaknya yang disinari dengan lampu minyak. Sungguh bayangan-banyangan seperti itulah yang selalu kurindukan dan yang tak dapat kutemui di sini (bekasi).  

          Wedangan berasal dari kata dasar wedang (bahasa jawa) yang artinya air minum. Sedangkan arti dari kata “wedangan” adalah sebuah warung makan/minum yang memakai gerobak atau dipikul, biasanya berhenti disuatu tempat (istilah angkotnya : ngetem) dan tidak pindah-pindah, buka dari sore hingga menjelang shubuh. Biasanya untuk penerangan dipakai lampu minyak, tapi dalam perkembangannya sekarang sudah menggunakan lampu listrik. Selain dikenal dengan nama wedangan, juga biasa disebut HIK kepanjangan dari Hidangan Istimewa Kampung. Adapun menunya sangat sederhana dan harganya relatif murah. Kalau dari minuman mulai dari jahe panas/dingin sampai susu dan cara penyajiannyapun bisa di campur campur, misal kopi jahe, susu jahe atu yang lainnya terserah selera customernya.  Sedangkan untuk makanannya biasanya nasi bungkus yang dikenal dengan nama nasi kucing, yaitu nasi sedikit diberi lauk banding sedikit dengan sambal. Dalam perkembangannya, nasi kucing ini lauknya bermacam-macam, mulai dari tempe sampai dengan telur “dadar” yang diiris kecil-kecil. Selain minuman dan makanan, juga dihidangkankan berbagai macam gorengan, kue-kue tradisional, camilan lainnya dan tidak ketinggalan ada krupuknya.  

A Zainudin (SAWIT),Lippo Cikarang, 24 Maret 20008 01:00


JADILAH DIRI SENDIRI

Sabtu, Maret 22, 2008

Jadilah Diri Sendiri !!!

Tentu kita sudah pernah mendengar kalimat ini; jadilah dirimu sendiri! Sungguh, jika seseorang mengatakan hal itu kepada anda, dengarkanlah kata-katanya. Dan turutilah. Sehinga menjadilah anda; diri anda sendiri. Beda jika kepada anda dikatakan ’perkayalah dirimu sendiri!’. Atau, ’dahulukan kepentinganmu sendiri!’. Tidak selalu perlu untuk anda turuti. Sebab, nasihat-nasihat seperti itu sering membuat anda tersesat. Tetapi, jadilah dirimu sendiri!, merupakan sebuah nasihat yang akan sangat membantu anda untuk menjadikan hidup anda memiliki makna. Jika kepada anda belum pernah ada yang mengatakannya selama ini; maka anggaplah ini merupakan saat bagi anda untuk memulainya. Memulai apa? Memulai untuk ’bersungguh-sungguh’ menjadi diri anda sendiri. Dan, jadilah dirimu sendiri!
Bukan hal aneh jika berkali-kali saya mendapatkan email dari teman. Baik teman lama, maupun teman baru. Mengabarkan bahwa mereka membaca artikel-artikel serupa dengan yang saya tulis, dan seseorang mengklaim bahwa artikel itu ditulis olehnya. Dari mulai sekedar menyingkirkan nama saya dari artikel itu. Atau membubuhkan namanya sendiri diakhir atau awal artikel dengan menambahkan kata ’by’.”Gue bingung deh, Dang. Elo yang niru, apa dia yang ngaku-ngaku….?” katanya. Soalnya mirip banget, teman saya itu menambahkan. Paling hanya diedit sedikit-sedikit, lanjutnya. Namun, boleh jadi memang Tuhan mengajarkan hal yang sama kepada banyak orang dengan cara yang sangat persis, bukan? Jadi, segalanya bisa sama. Lalu teman saya menghardik; elu itu yach, naif banget!
Mungkin benar saya ini naif. Tetapi, kalaupun memang hal itu terjadi, bagaimana jika saya relakan saja semuanya itu? Lagi pula, hal itu tidak hanya menimpa saya. Tetapi juga orang lain. Kasus saya itu tidaklah seberapa dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa lain dalam kehidupan nyata kita. Didunia musik, sudah sejak lama para musisi mengkritisi pencipta lagu yang hasil karyanya begitu mirip dengan lagu-lagu lain. Entah itu dengan lagu-lagu jaman dahulu kala sehingga tidak banyak lagi orang yang mengenalnya. Atau juga dengan lagu-lagu dinegara lain. Didunia seni lukis juga demikian. Sehingga para kurator harus bekerja keras untuk menilai apakah lukisan itu benar-benar asli atau tidak. Apapun itu, bagi saya; sebuah karya bisa mirip. Sangat mirip. Mungkin juga identik. Dan boleh jadi, keduanya merupakan karya yang asli. Siapa tahu? Yang penting, kita menghindarkan diri dari perilaku yang tidak terpuji. Selesai.
Sekarang, bagaimana jika kita mencoba menarik pelajaran penting yang dikandungnya saja? Sesuatu yang bermanfaat bagi setiap individu; anda dan saya. Yaitu pelajaraan untuk ’menjadi dirimu sendiri’. Belajar tentang sesuatu yang kita sebut sebagai identitas diri. Betapa banyak manusia yang mengalami krisis identitas diri. Oleh karenanya, tidak terlalu mengherankan jika para ahli dan pemikir positif terus menerus mengatakan jadilah dirimu sendiri!
Oh ya, menurut pendapat anda; mengapa kalimat usang itu masih tetap laku dijaman ini? Anda benar, karena sampai sekarang pun kita masih mempunyai kecenderungan itu. Nyaris dalam segala aspek kehidupan kita. Sudah sejak lama kita terpenjara dalam sejenis penyakit kejiwaan ini. Mengapa dikategorikan sebagai penyakit kejiwaan? Karena, ini mengindikasikan ketidakpercayaan kita kepada diri kita sendiri. Tepatnya, kita tidak memberikan cukup kepercayaan kepada diri kita sendiri. Kita, tidak percaya bahwa kita bisa berbuat sebaik, bahkan lebih baik dari orang lain. Sikap ini kemudian menuntun kita kepada rendahnya penerimaan kita terhadap diri kita sendiri. Dengan kata lain, kita ’tidak menginginkan diri kita seperti apa adanya’. Dan akhirnya, kita terjebak dalam krisis identitas diri yang kronis.
Hey, ingatlah; saya tidak sedang membahas para peniru itu. Saya sedang membahas diri kita sendiri. Jadi, hendaknya tidak terlalu yakin dulu dengan mengatakan bahwa kita tidak mengalami krisis semacam itu. Benarkah? Jika anda masih suka merasa ’kurang pede’; berhati-hatilah. Itu bisa menjadi salah satu indikasinya.
Memang, proses abrasi identitas diri ini terjadi sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan sehingga kita sering tidak menyadarinya sama sekali. Kita harus menghentikan abrasi identitas diri itu. Mengapa? Karena, jika kita membiarkannya terus menerus menggerus; maka lama kelamaan kita akan benar-benar kehilangan identitas diri kita. Kita hidup, tapi hidup dalam bayang-bayang orang lain. Kita berkarya, tetapi terkontaminasi karya orang lain. Lalu, siapakah diri kita ini sesungguhnya?
Baiklah, tapi…, bisakah kita menghentikan abrasi identitas diri itu? Bisa. Selama kita bersedia melakukannya. Sesulit apakah itu? Tidak terlalu sulit. Seperti apakah itu? Ada tiga hal yang bisa kita tempuh untuk melakukannya.
Pertama, percayalah bahwa setiap individu itu diciptakan secara unik. Tidak ada satu orang pun dimuka bumi ini yang benar-benar identik. Orang kembar sekalipun. Saya tahu bahwa anda sudah tahu hal itu. Saya juga percaya bahwa anda percaya hal itu. Tetapi, sudahkah anda ’benar-benar’ mempercayai hal itu; dan hidup dalam keyakinan bahwa diri anda itu adalah seseorang yang unik? Anda adalah orang yang unik. Sehingga tak seorangpun didunia ini yang dapat menyamai diri anda. Baiklah, sekarang mari kita renungkan, menurut pendapat anda; mengapa Tuhan menjadikan kita ini unik dan berbeda satu sama lain? Tepat sekali; Tuhan ingin agar kita saling melengkapi. Sehingga dengan keunikan yang kita miliki, kita bisa memberikan kontribusi. Maka, jadilah kehidupan umat manusia seluruhnya mendekati kesempurnaan.
Kedua. Belajarlah untuk menerima diri kita apa adanya. Seseorang pernah bilang; ’kalau kita menerima apa adanya diri kita berarti kita berkompromi dengan kekurangan-kekurangan diri kita’. Sekilas kalimat ini ada benarnya. Tetapi, saya selalu ingin mengatakan; marilah kita berfokus kepada kelebihan diri kita. Dan mencari jalan bagaimana mengoptimalkan kelebihan itu. Mengapa harus begitu? Sebab, tidak ada manusia yang sempurna. Pastilah kita memiliki kekurangan, bukan? Jika kita menyibukan diri dengan kekurangan-kekurangan itu; kapan kita punya waktu untuk memanfaatkan segala kelebihan yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita? Mungkin hidung kita agak pesek. Tetapi, haruskah kita mengabaikan keistimewaan kita dalam bidang musik gesek hanya gara-gara kepesekan itu, misalnya. Kan tidak. Mungkin matematika kita begitu buruknya sehingga kita tidak mampu menghitung dengan cepat 32561 dikali 987 pangkat tiga dibagi 11 log sepuluh dikurang sejuta pangkat duabelas koma tujuh lima. Mbuh lah?! Anda itu bukan orang yang sempurna. Tapi bukan hanya anda yang tidak sempurna. Orang lain juga sama. Tetapi mengapa orang lain yang sama tidak sempurnanya itu bisa lebih berhasil hidupnya daripada kita? Terimalah diri kita apa adanya. Dan mulailah untuk mengoptimalkan kelebihan-kelebihan yang Tuhan anugerahkan kepada kita.
Ketiga, berfokuslah kepada kontribusi. Mari kita mengingat-ingat kembali; mengapa kita dapat menerima kehadiran orang lain dalam hidup kita? Karena mereka memberi makna bagi hidup kita, bukan? Kita semua, mempunyai prinsip hidup yang sama yaitu; bersedia menerima kehadiran orang-orang yang memberi makna bagi hidup kita. Dan itu berarti…… orang lain pasti berkenan menerima diri kita dalam kehidupannya; jika kita bisa memberi makna bagi kehidupan mereka. Dan ingatkah anda, bahwa makna hidup seseorang itu ditentukan oleh kontribusinya kepada orang lain? Betul. Sehingga, jika kita bisa berkontribusi kepada orang lain, pastilah mereka bersedia menerima kahadiran kita apa adanya. Mereka tidak lagi peduli jika tubuh anda pendek. Hidung anda pesek. Dan suara anda ketika menyanyi agak jelek. Mereka akan menerima anda. Jadi, berfokuslah kepada kontribusi.
Hey, rupanya tidak terlalu sulit untuk menjadikan hidup kita bermakna. Kita tidak perlu mengganti identitas diri kita dengan identitas orang lain. Karena cepat atau lambat, orang akan tahu bahwa semuanya itu bukan diri anda yang sesungguhnya. Cepat atau lambat, anda akan merasa capek dengan semuanya itu. Anda akan kelelahan sendiri. Sebab, memang diri anda tidak didisain untuk hidup dalam kerangka orang lain. Diri anda, khusus didisain sang pencipta untuk hidup sesuai dengan jiwa anda. Dengan wujud badani anda. Dengan segenap isi dan kelengkapan yang ada pada diri anda.
Cobalah sekarang untuk hidup seperti diri anda yang sesungguhnya. Menerima kekurang-kekurangan diri anda. Dan berfokus untuk mengoptimalkan kelebihan-kelebihan diri. Dengan begitu, anda akan semakin hari semakin mencintai diri anda dalam sebuah penerimaan yang tulus. Anda akan hidup dengan identitas diri anda yang sesungguhnya. Dan anda; pasti berhasil untuk menjadi diri anda sendiri. Ya, jadilah dirimu sendiri!

Copy from artikel dkadarusman (DISKUSI KEPEMIMPINAN)
Catatan kaki:
Bayangkan, jika semua manusia bisa berkreasi dengan segala keunikan dirinya. Sehingga setiap orang menghasilkan satu keunikan bagi dunia. Betapa semakin berwarnanya peradaban kita. Itukah alasan Tuhan menjadikan kita pribadi-pribadi yang unik?